Tak Peduli Atas Divingnya, Neymar Hanya Ingin Tite Bertahan

Neymar, striker PSG berharap Tite tetap menjadi pelatih tim nasional Brazil walau gagal meraih gelar juara pada ajang Piala Dunia 2018.

Awalnya, tim nasional Brazil menjadi salah satu favorit untuk menjadi juara dunia di Rusia, namun Belgia berhasil menyingkirkan Brazil di babak perempat final dengan skor akhir 2-1. Sebenarnya juara duania sebanyak lima kali tersebut tampil mengesankan di Grup E dan berhasil menyingkirkan Meksiko pada babk 16 besar.

Oleh karena itu, Neymar berharap Tite masih diberi kesempatan oleh PSSI Brazil karena mempu membangun kemabli kebanggaan negara usai dipermaluka jerman di Piala Dunia 2014 dengan skor 7-1 di hadapan publik sendiri.

“Tite melakukan pekerjaan yang bagus, membangun sebuah tim yang sangat kuat dan saya harap dia terus melatih,” ucap Neymar.

“Sangat senang bisa mampu meraih apa yang kami inginkan karena kami sadar kami mempunyai tim yang bagus dan para pemain yang berkualitas untuk meraih target-target yang ada.”

“Kami belajar banyak dari apa yang telah kami lalui. Kesedihan saya sangat besar. (Kegagalan di Rusia) itu jadi kesedihan terbesar sepanjang karir saya. Tapi itu sudah berlalu. Saya harus mulai memikirkan masa depan.”

Brazil’s footballer Neymar (R) shakes hands with team coach Tite (L) during a press conference after a training session on the eve of their 2018 FIFA Russia World Cup qualifier football match against Paraguay, at the Arena Corinthians stadium in Sao Paulo, Brazil on March 27, 2017. / AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA (Photo credit should read NELSON ALMEIDA/AFP/Getty Images)

Pada pertandingan Piala Dunia 2018 tersebut Neymar mendapatkan banyak kritikan karena terlalu mendramatisir sentuhan yang diberikan oleh pemain lawan. Bahakn sang pelatih tim nasional Meksiko, Juan Carlos Osorio menyebutnya sebagai seorang aktor karena kemampuannya berpura – pura meengelabuhi wasit.

Namun, pemain termahal di dunia tersebut enggan memberikan komentar dan menanggapi apa yang diakatakan dunai atas aksi divingnya.

“Untuk semua apa yang mereka katakan, saya menerimanya dan menganggapnya sebagai lelucon. Saya tidak akan pernah berdebat dengan siapapun soal ini,” tambah Neymar.

“Cara saya bermain selalu sama. Saya memulai karir (profesional) di usia 17 tahun, mendapatkan banyak tantangan keras dan itu bagian dari olahraga.”

“Apa yang saya lakukan di Piala Dunia hanyalah membantu Brasil, membantu negara saya. Sayangnya kami tidak bisa keluar sebagai juara (di kompetisi tersebut).”