Bayangan Southgate Akan Kemenangan Iggris Dibanding Tahun 1966

Pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate mengatakan jika sampai The Three Lions berhasil menjadi kampiun dalam Piala Dunia 2018 maka suasana kemenangan akan lebih hebat dibanding ketika Inggris berhasil menjadi juara dunia di tahun 1966.

Kemenangan Iggris atas Swedia dengan skor 2-0 pada hari Sabtu lalu membawa Inggris ke babak semifinal menghadapi Kroasia pada hari Kamis (12/7/18) mendatang dengan Belgia atau Prancis yang akan menunggu di final.

Selama 52 tahun sudah berlalu sejak skuad gempuran Sir Alf Ramsey menjadi skuad nasional Inggris terakhir yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia. Dan hingga saat ini mereka tetap menjadi inspirasi untuk bintang – bintang di Piala Dunia musin panas ini, lebih dari 5 dekade kemudian.

“Saya bertemu beberapa saja dari para pemain itu [yang memenangkan Piala Dunia 1966] dan kami tahu persis bagaimana mereka dipuja dan mungkin di era modern seperti sekarang hal-hal semacam itu akan jauh lebih gila, akibat media sosial dan lainnya, keseluruhannya akan jauh lebih besar,” kata Southgate.

“Kami telah mendiskusikan soal tim yang menang [tahun 1966]. Bagaimana mereka masih dipuja dan dikagumi [sampai hari ini].”

“Pada awal bekerja sama dengan para pemain muda ini, kami mencoba untuk menjual visi tentang apa yang mungkin, apa yang ingin kami capai dalam jangka panjang.”

“Kami juga merasa sedang berkompetisi ketika kami berada di kamp latihan, beberapa dari orang-orang itu (skuad 1966) datang, ketika sebuah jalan di St George’s diberi nama Sir Alf.”

Berbanding terbalik, dua kekalahan semifinal untuk tim nasional Inggris di dua kompetisi besar, Piala Dunia Iyalia 1990 dan Euro 1996 dimana Southgate gagal mengeksekusi tembakannya pada adu penalti.

Gary Lineker yang juga merupakan salah satu bagian dari skuad The Three Lions yang bermain pada Piala Dunia 1990, tak kuasa menahan emosinya di televisi usai rekaman wawancara dengan mendiang Sir Bobby Robson soal kegagalan semifinal tersebut.

Saat ini,sang kapten tim nasional Inggris, Harry Kane ingin menekankan pendapat pata mantan pemain Inggris tersebut kepada tim nasional Inggris saat ini, yang sedang berusaha mengakhiri turnamen menjadi penyelesaian yang membahagiakan.

“Saya bangga membuat para mantan pemain bangga,” ujar Kane. “Saya yakin itu membawa kembali kenangan bagi mereka dan bagi Gary ketika ia berada di semifinal.”

“Dengar, kami katakan kami ingin menulis sejarah kami sendiri. Semoga kami bisa melangkah lebih jauh dan mencapai final.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *