Alasan Zlatko Dalic Tak Mengadakan Sesi Latihan Jelang Final Piala Dunia

Tak ingin bermain umpat – umpatan, Zlatko Dalic, ungkap alasan kenapa tim nasional Kroasia sama sekali tidak mengadakan latihan jelang final Piala Dunia 2018.

Zlatko Dalic yang merupakan pelatih dari tim nasional Kroasia mengatakan bahwa dirinya sengaja memilih tidak memaksakan para pemainnya untuk berlatih semi menjaga kebugaran di final Piala Dunia 2018.

Memang jika dilihat secara keseluruhan, tim nasional Kroasia sendiri sudah bermain selama 90 menit lebih banyak dibandingkan Prancis karena mereka harus menjalani tiga pertandingan di babak tambahan waktu. Sedangkan untuk kubu Prancis, mereka mampu mengakhiri laga fase gugur dengan waktu normal.

Terlebih, jika dihitung Prancis juga memiliki waktu istirahat satu hari lebih lama dibandingkan Vatreni. Hal inilah yang melandasi Dalic utuk lebih memilih mengistirahatkan para pemainnya supaya dapat lebih bugar di pertandingan final Piala Dunia 2018 nanti.

“Kami ogah ngotot tetap mengadakan sesi latihan. Tak ada lagilah yang bisa kami latih. Kami hanya perlu relaksasi dan istirahat saja. Beberapa pemain kami memang mengalami cedera ringan, tapi kami berharap bisa mengatasi masalah itu ya,” jelas sang pelatih.

Dalic juga meminta kepada para pemainnya untuk berkata jujur jika ada diantara mereka yang tak sanggup lagi untuk dimainkan karena kelelahan. Dalam sesi latihan timnas Kroasia yang lalu, terdapat lima pemain mereka yang absen yang diantaranya termasuk Ivan Perisic yang menyumbang gol untuk Kroasia di semifinal. Dua diantaranya juga terdapat Mario mandzukic dan Ivan Strinic yang cidera.

“Ini adalah final Piala Dunia, semua pemain saya pahamlah maksudnya apa. Satu hal yang membahagiakan saya adalah seluruh pemain saya akan mengatakan pada saya jika mereka tidak dalam kondisi 100 persen,” ujarnya dengan bijak.

dari keseluruhan 5 pertemuan, Kroasia sendiri belum pernah menang atsa Prancis dengan tiga kali kekalahan dan hasil imbang 2 kali. Salah satu kekalahan Kroasia terjasi di semifinal Piala Dunia 1998, namun hal ini tak membuat sang pelatih Kroasia ini takut.

“Saya tidak mau terlalu memikirkan statistik dan tradisi dan rekor pertemuan. Tradisi ada untuk dihancurkan kawan!”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *